Tuesday, November 7, 2017

ASBABUN NUZUL

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Hakam bin Abbad dari 'Ikramah yang bersumber dari Ibnu Abbas bahawa ada seorang pemilik pohon kurma mempunyai pohon yang mayangnya menjulur kerumah tetangganya, seorang fakir yang mempunyai ramai anak. Setiap kali pemilik kurma itu memetik buahnya, ia memetiknya dari rumah tetangganya itu. Apabila ada kurma yang jatuh dipungut oleh anak-anak fakir itu, ia segera turun dan merampasnya dari tangan anak-anak itu, bahkan yang sudah masuk mulut mereka pun dipaksanya keluar.

Orang fakir itu mengadukan halnya kepada Nabi Muhammad SAW. Beliau berjanji akan menyelesaikannya. Kemudian Rasulullah SAW bertemu dengan pemilik kurma itu dan bersabda:
"Berikan kepadaku pohon kurma yang mayangnya menjulur ke rumah Si Fulan. Sebagai gantinya kamu akan mendapat pohon kurma di Syurga." 
Si pemilik pohon kurma itu berkata:
"Hanya sekian tawaranmu? Aku mempunyai banyak pohon kurma, dan pohon kurma yang diminta itu yang paling baik buahnya." Lalu si pemilik pohon kurma itu pun pergi.

Pembicaraan si pemilik pohon kurma dengan Nabi Muhammad SAW didengari oleh seorang dermawan iaitu Abu Ad-Dahda' Al-Anshari yang langsung menghadap Rasulullah SAW dan berkata :
Seandainya pohon itu menjadi milikku, apakah tawaranmu itu Ya Rasulullah berlaku juga bagiku?" 

Rasulullah menjawab :"Ya".

Maka pergilah orang itu menemui pemilik pohon kurma. Si pemilik pohon kurma berkata : "Apakah engkau tahu bahawa Muhammad SAW menjanjikan pohon kurma di syurga sebagai ganti pohon kurma yang mayangnya menjulur ke rumah tetanggaku? Aku mencatat tawaran beliau. Akan tetapi buah pohon kurma itu sangat mengagumkan. Aku banyak mempunyai pohon kurma, tetapi tidak ada satu pohon pun yang selebat itu."

Abu Ad-Dahda' Al-Anshari berkata :"Apakah engkau mahu menjualnya?" Ia menjawab :"Tidak, kecuali apabila ada orang yang sanggup memenuhi keinginanku, kan tetapi pasti tidak ada nada yang sanggup." Abu Da-Dahda' Al-Anshari berkata lagi :"Berapa yang engkau inginkan?" Ia berkata : "Aku inginkan empat puluh pohon kurma."

Abu Ad-Dahda' Al-Anshari terdiam, kemudian berkata lagi: "Engkau minta yang bukan-bukan. Tetapi baiklah, aku berikan empat puluh pohon kurma padamu, dan aku minta saksi jika engkau benar-benar mahu menukarnya." Ia pun memanggil sahabat-sahabatnya untuk menyaksikan penukaran itu.

Orang dermawan itu menghadap Rasulullah SAW dan berkata: "Ya Rasulullah, pohon kurma itu telah menjadi milikmu. Aku akan menyerahkannya kepada tuan." maka berangkatlah Rasulullah SAW menemui pemilik rumah yang fakir itu dan bersabda : "Ambillah pohon kurma itu untukmu dan keluargamu." maka turunlah ayat ini (Al-Lail ayat 1-hingga akhir) yang membezakan kedudukan orang bakhil dengan orang dermawan.
(Diriwayat oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari 'Urwah')

Dalam riwayat lain dikemukakan bahawa Abu bakar telah memerdekakan tujuh orang hamba yang disiksa oleh pemiliknya kerana hamba-hamba itu beriman kepada Allah. Lalu ayat ini (QS 92 : 17-21) turun berkenaan dengan peristiwaitu sebagai janji Allah kepada hamba-hamba Nya yang dermawan menafkahkan hartanya di jalan Allah.
(Diriwayat oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari 'Urwah')

Dalam riwayat lain pula dikemukakan bahawa Abu Quhafah (ayah Abu Bakar) berkata kepada Abu Bakar : "Aku melihat engkau memerdekakan hamba-hamba yang lemah. Sekiranya engkau memerdekakan hamba-hamba yang kuat, pasti mereka akan membelamu dan mempertahankan mu wahai anakku." Abu Bakar menjawab : "Wahai bapaku, aku mengharap apa yang ada disisi Allah SWT. Berkenaan dengan itu maka turunlah ayat-ayat yang berkaitan dengan Abu Bakar ini (QS 92 : 5-21)
(Diriwayatkan oleh Al-Hakim dari Amir bin Abdillah bin Zubair yang bersumber dari bapanya Berana Zubair.")


No comments:

Post a Comment